(ARGO BANANA’S CRISPY)
(Home Industry)
Temanggung,
13 Januari 2016
Disusun
Oleh:
Farid Septian (Pemilik)
Bayu Sugiarto
Yoga Dita Pratama
Desa Gunungsari Rt 01 Rw 03, Kec.Bansari.
Kabupaten Temanggung 56524
TELP : 0856-4066-3620
Identitas
pengusul:
KOMODITAS
PERUSAHAAN DI BIDANG MAKANAN
Nama Lengkap : Farid Septian
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat KTP : Desa Gunungsari RT 01 RW 03, Kec.Bansari, Kab. TMG
Alamat Sekarang : Desa Gunungsari RT 01 RW 03, Kec.Bansari,
Kab. TMG
Telp/Hp : 0856-4066-3620
Riwayat
Pendidikan :
1. SDN
GUNUNGSARI
2. SMP
N 1 PARAKAN
3. SMK
N 1 TEMANGGUNG
BAB
I
LATAR
BELAKANG
Bidang Usaha :
Produk makanan ringan (snack)
Jenis Produk :
Keripik pisang aneka rasa
Alamat Produksi : Desa Gunungsari, Kec. Bansari
Nomor Telepon :
085741471531
1.1
Identifikasi
peluang bisnis
Makanan yang merupakan kebutuhan pokok manusia dalam
kehidupannya kini semakin berkembang. Kebutuhan pokok tersebut bukan hanya
makanan berat seperti nasi; bubur; roti; dan makanan pokok lainnya, tetapi
makanan ringan atau yang sering disebut snack
kini sudah menjadi hal pokok yang dibutuhkan masyarakat dari berbagai tingkat
umur. Hal ini terbukti dengan adanya
banyak produk snack yang ditawarkan
oleh perusahaan besar maupun kecil dan dipasarkan di warung-warung, toko-toko,
dan juga supermarket
Di wilayah Temanggung sendiri, peluang bisnis snack sangat terbuka lebar bagi para
pelaku bisnis. Dilihat dari banyaknya penduduk Temanggung yang berstatus
traveller datang dari berbagai kota. Mereka cenderung menyukai jajan atau
makanan ringan untuk dikonsumsi karena bersifat praktis serta dapat dimakan
kapanpun dan dimanapun. Selain itu, banyak toko-toko agen makanan kecil
sehingga memudahkan pelaku usaha untuk mendistribusikan produknya tanpa harus
membuang banyak tenaga untuk menjajakan produk secara langsung dengan konsumen
akhir.
Untuk membuat konsumen lebih leluasa menikmati snack yang bervariasi, Kami menawarkan
produk keripik pisang dengan berbagai rasa yang Kami beri nama [nama].
Biasanya, keripik pisang ada di daerah Temanggung
bercita rasa manis dan asin. Namun,
usaha Kami ini akan memproduksi keripik pisang dengan rasa original, stroberi, nanas, durian,
mocca, dan keju. Selain memiliki rasa yang variatif, produk ini dilengkapi
dengan saus rasa yang menggugah selera.
1.2
Penjelasan
produk
Pembuatan
produk ini tidak begitu sulit, karena bahan mudah didapatkan dan tidak
membutuhkan terlalu banyak proses. Untuk membuat produk ini Kami membutuhkan
bahan utama pisang dan minyak goreng serta bahan pembantu yang terdiri dari
gula, garam, sari buah (stroberi, nanas, dan durian), perasa mocca, dan keju.
Selain itu, untuk memproduksinya juga membutuhkan peralatan seperti pisau, alat
pemasrah/pemotong, baskom, wajan, serok dan susuk, serta nampan.
1.3
Latar belakang bisnis
Alasan Kami menawarkan produk ini adalah di
zaman modern ini, snack khususnya
keripik pisang sangat diminati oleh masyarakat dari berbagai golongan dan
berbagai tingkatan. Namun, keripik pisang yang ada di daerah Temanggung hanya
memiliki cita rasa manis, asin, dan coklat yang cenderung membuat konsumen
mudah bosan dengan ketiga rasa itu. Karena itu, Kami ingin memberikan cita rasa
keripik pisang yang variatif pada konsumen dan dipadukan dengan saus rasa agar
konsumen bisa mengeksplorasi berbagai cita rasa keripik pisang
1.4 Tujuan
Tujuan dari didirikannya usaha ini adalah:
a) Untuk
mewujudkan misi kami yaitu berwirausaha
b) Memperoleh
keuntungan usaha
c) Menambah
penghasilan yang kelak bermanfaat bagi diri, keluarga, dan orang lain.
d) Memanfaatkan
produk pertanian lokal menjadi produk yang lebih inovatif
e) menembus
pasar lokal.
1.5 Potensi
bisnis
Produk ini memiliki peluang bisnis yang sangat
menjanjikan karena belum banyak produsen keripik pisang di Temanggung yang
memberikan cita rasa rasa variatif dan inovatif.
BAB II
ANALISIS SWOT
1.1
Faktor
internal
1)
Strenght
a)
Keunggulan produk
Kami mengangkat produk yang variatif dan inovatif serta
ditujukan untuk semua segmen pasar sehingga penjualan lebih besar
b)
Bahan baku
Bahan baku pembuatan produk ini mudah diperoleh karena
Kami menggunakan bahan baku produk pertanian lokal. Pohon pisang banyak ditanam
oleh masyarakat serta perkebunan di daerah Temanggung Tempat produksi yang
strategis memudahkan untuk melakukan pendistribusian agar sampai ke tangan
konsumen
2)
Weakness
a)
Belum memiliki cukup pengalaman
Pengalaman untuk memulai usaha masih sangat minim dan
merupakan pokok masalah yang harus diatasi
b)
Penggunaan limbah
belum ada rencana dan ide untuk mengolah kulit pisang
yang merupakan limbah produksi.
2.2 Faktor eksternal
1.
Opportunities
a)
Banyak konsumen
Produk ini ditujukan pada semua golongan dan tingkat umur
sehingga konsumen produk ini adalah seluruh lapisan masyarakat
b)
Pemasaran
Pemasaran produk ini bisa dibilang cukup mudah karena
kedekatan tempat produksi dengan masyarakat
2.
Threat
a)
Keacuhan konsumen
Terkadang ada orang yang tidak begitu menyukai produk yang
baru dan dirasa aneh.
BAB
III
PERENCANAAN
BISNIS
3.1 Sasaran dan target pasar
Sasaran Kami adalah seluruh lapisan masyarakat di
berbagai umur. Untuk itu Kami memulai promosi di organisasi kampus dan luar
kampus yang Kami ikuti serta masyarakat sekitar. Selanjutnya Kami akan promosi
ke toko-toko dan Sentra-sentra kue lokal.
Ditinjau dari lokasi produksi dan potensi
pembeli, kawasan Jl. M Roem Parakan merupakan tempat yang sangat cocok untuk
memasarkan kiripik, dan dengan didukungnya kawasan resmi Pasar Legi Parakan yang
berlokasi di daerah Desa Kauman yang letaknya tidak jauh dari tempat produksi
yang akan Kami rencanakan.
Untuk program jangka panjang, Kami mencanangkan untuk
membuka tempat usaha usaha di kawasan Pasar Legi Parakan dan membuka cabang di
berbagai daerah untuk kemudahan pendistribusian pada masyarakat
3.2
Pembiayaan
3.2.1
Biaya Tetap (fixed cost) per tahun
No
|
Nama
Barang
|
Jumlah
Barang
|
Harga
Satuan
|
Jumlah
Harga
|
1
|
Kompor
gas
|
1
|
Rp.
400.000
|
Rp. 400.000
|
2
|
Pisau
|
4
|
Rp.
30.000
|
Rp. 120.000
|
3
|
Pisau
Pasrahan
|
4
|
Rp.
30.000
|
Rp. 120.000
|
4
|
Baskom
besar
|
7
|
Rp.
20.000
|
Rp. 105.000
|
5
|
Wajan+serok+susuk
|
4
|
Rp.
60.000
|
Rp. 240.000
|
TOTAL
|
Rp.
985.000
|
|||
Peralatan
yang digunakan adalah sebagai berikut:
3.2.2
Biaya Variabel (variabel cost) per bulan
No
|
Nama
Barang
|
Jumlah
Barang
|
Harga
Satuan
|
Jumlah
Harga
|
1
|
Pisang
Abu
|
50
tandan
|
Rp.
30.000
|
Rp. 1.500.000
|
2
|
Minyak
goreng
|
60
kg
|
Rp.
15.000
|
Rp. 900.000
|
3
|
Gula
|
50
kg
|
Rp.
13.000
|
Rp. 650.000
|
4
|
Garam
|
2
Kg
|
Rp.
7.000
|
Rp. 14.000
|
5
|
Sari
Buah stroberi
|
5 kg
|
Rp.
35.000
|
Rp. 175.000
|
6
|
Sari
buah nanas
|
5 kg
|
Rp.
35.000
|
Rp. 175.000
|
7
|
Sari
buah durian
|
5 kg
|
Rp.
35.000
|
Rp. 175.000
|
8
|
Sari
rasa mocca
|
5
kg
|
Rp.
35.000
|
Rp. 175.000
|
9
|
Keju
|
5
kg
|
Rp.
37.000
|
Rp. 185.000
|
10
|
Pembungkus
|
10
|
Rp.
15.000
|
Rp. 150.000
|
11
|
Tabung
+ Gas
|
2
|
Rp.
150.000
|
Rp. 300.000
|
TOTAL
|
Rp.
4.400.00
|
|||
3.2.3
Biaya total
per bulan
biaya total =
fixed cost+variabel cost
=
Rp. 985.000 + Rp. 4.400.000
=
Rp. 5.385.000
3.2.4
Biaya dan
harga per unit
Biaya tetap
yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah Rp. 985.000:12= Rp. 82.000
Total biaya
produksi yang dikeluarkan per bulan adalah
Rp. 82.000 +
Rp. 5.385.000= Rp. 5.467.000
Biaya per
unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah produk yang dihasilkan
per bulan
Rp. 5.467.000
: 2250 = Rp. 2.188
Harga jual
per unit adalah Rp. 5.000
3.2.5
Modal awal
Modal awal = biaya tetap + biaya variabel 1 bulan
= Rp.
985.000 + Rp. 4.400.000
= Rp.
5.385.000
3.2.6
Analisis
titik impas (break event point)
BEP harga = total biaya produksi selama 1 bulan :
produksi
= Rp. 82.000 + Rp. 5.385.000
= Rp. 5.467.000
Harga jual
per unit = Rp. 5.000
BEP produksi = total biaya produksi selama 1 bulan : harga
per unit
= Rp.
5.467.000 : Rp. 5000
= 1093
bungkus ≈ 1100 bungkus
Jadi untuk
mencapai titik impas maka dalam 1 kali produksi yang harus terjual adalah
sebanyak 1500 bungkus dengan harga Rp.
5.000
3.2.7
Analisis keuntungan
Pendapatan : Keripik Pisang Aneka Rasa yang terjual x
harga jual= 1500 x Rp. 5.000 = Rp. 7.500.000
Total biaya
produksi dalam 1 bulan : Rp. 5.467.000
Keuntungan = pendapatan – total biaya produksi
= Rp.
7.500.000 – Rp. 5.467.00
= Rp. 2.033.000
Jadi
keuntungan yang diperoleh dengan menjual 1500 bungkus keripik pisang dengan
harga Rp. 5.000 Per bungkus dalam 1 bulan adalah Rp. Rp.
2.033.000
BAB IV
STUDI KELAYAKAN
3.1 Lokasi
Produksi keripik pisang aneka rasa ini
dilakukan di sebuah rumah bertempat di Desa Gunungsari, Kec.Bansari, Kab.Temanggung.
Disini, Kami menempati rumah pribadi sebagai tempat produksi, karena memang
tujuan awal adalah kegiatan Home Industri.
3.2 Sarana dan prasarana
Sarana yang tersedia di tempat produksi
adalah adanya air bersih untuk melakukan produksi dan adanya listrik yang
memadai. Selain itu,
3.3 Sumber daya manusia
Untuk usaha awal, Kami membutuhkan 1 orang
manajer, 3 orang sebagai karyawan produksi, serta 2 orang bagian pemasaran.
Untuk 3 orang sebagai karyawan produksi, Kami mengambil dari saudara Kami yang
sudah berpengalaman dalam pembuatan keripik pisang dan hanya memerlukan sedikit
pelatihan untuk menjadikan keripik pisang menjadi keripik pisang aneka rasa.
Selain itu, Kami akan mengambil dari teman ataupun masyarakat sekitar untuk
menjadi karyawan dengan seleksi yang benar-benar matang. Hal ini Kami lakukan
untuk meningkatkan kualitas produk serta dapat meningkatkan keuntungan
Untuk saat ini, sumber daya manusia sudah
ada namun belum mencapai jumlah yang dibutuhkan. Namun, hal ini sudah menjadi
modal yang luar biasa bagi usaha yang akan Kami rintis.
BAB V
REAL BUSINESS PLAN
5.1 Rencana
Manajemen
1.
Strategi Pemasaran
Telah banyak jenis snack yang kini beredar di masyarakat, khususnya
keripik pisang. Namun, dari sekian banyaknya keripik pisang yang beredar di Temanggung
hanya keripik pisang yang mempunyai rasa yang sama antara produsen satu dengan
yang lainnya. Oleh sebab itu, masyarakat harus mengetahui tentang produk yang
akan Kami produksi yang memiliki varian rasa. Untuk itu, Kami telah menyusun
strategi pemasaran. Tahapan-tahapannya sebagai berikut:
a.
Pengembangan produk
Keripik pisang memang telah banyak dijumpai di berbagai daerah. Namun,
Kami memberikan produk dengan rasa yang berbeda dengan tampilan yang lebih
menarik. Selain itu, Kami akan menambahkan varian rasa yang lebih banyak.
Varian rasa adalah inti pemikat dari produk Kami karena dengan rasa yang baru
konsumen cenderung penasaran untuk mencoba.
b. Pengembangan
wilayah pemasaran
Area pemasaran utama adalah seluruh lapisan dan golongan masyarakat.
Kami akan memasarkan produk pertama kali ke teman-teman mahasiswa serta para
dosen. Secara bertahap, Kami juga akan melakukan kerjasama dengan warung,
toko-toko, dan sentra-sentra kue tradisional. Media pemasaran yang Kami gunakan
adalah secara langsung (mulut ke mulut),
c. Kegiatan
promosi
Promosi masih berkaitan erat dengan pemasaran karena di dalam
pemasaran tersebut ada sebuah kegiatan yang digunakan untuk mengenalkan serta
memikat hati konsumen yang sering disebut promosi. Kegiatan promosi akan
dilakukan secara langsung (mulut ke mulut),
langsung dilakukan dengan menawarkan dan mengenalkan produk pada
teman-teman yang memiliki toko atau gerai. Selain itu,
d. Pembelian kolektif
Untuk memikat konsumen, Kami memberikan pilihan pada konsumen untuk
membeli produk 1 kardus atau lebih snack yang berisi 30 snack dengan harga
yang lebih miring dibanding membeli
harga satuan.
2.
Strategi produksi
Usaha Kami memproduksi keripik sesuai dengan kriteria yang usaha Kami
tetapkan agar kualitas produk tetap terjamin. Usaha keripik piasng aneka rasa
ini memberikan pilihan kepada konsumen berbagai rasa yang disukai. Rasa keripik
pisang aneka rasa yang ditawarkan tentunya sudah menjadi kesepakatan perusahaan
dan memenuhi kriteria usaha. Proses produksi dilakukan setiap hari selama ada
waktu senggang. Hal ini bukan berarti mengesampingkan usaha ini tapi karena
kewajiban utama Kami sebagai mahasiswa untuk belajar. Namun, dengan usaha yang
dilakukan terus menerus, usaha Kami akan mampu memenuhi permintaan pasar
terhadap produk perusahaan.
3.
Strategi pengelolaan SDM
Pengelolaan SDM merupakan hal yang harus dilakukan suatu perusahaan
sehingga produktivitas dapat semakin berkembang dan kualitas karyawan pun
semakin baik. Tahap-tahap pengelolaan SDM yang akan perusahaan gunakan adalah:
a. Seleksi
karyawan
Perusahaan menyeleksi karyawan dengan melihat dari KSA (knowledge,
skill, and ability). Contohnya di bidang keuangan, perusahaan memilih calon
karyawan yang memiliki pengetahuan tentang akuntansi serta kemampuan untuk
mengelola keuangan perusahaan. Untuk bagian produksi, perusahaan menyeleksi
calon karyawan dari pengetahuannya tentang produksi produk perusahaan serta
kemampuan untuk mengolah bahan mentah produksi menjadi bahan jadi. Disini
perusahaan mengambil karyawan yang memang masih memiliki status kekeluargaan,
dan masing-masing memiliki pengalaman bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga.
b.
Pelatihan karyawan
Karyawan yang telah diseleksi kemudian dilatih dan diberi motivasi
tntang apa tujuan perusahaan memproduksi Keripik Pisang Aneka Rasa ini,
sehingga mereka memiliki kesamaan persepsi dan pemikiran. Hal ini dilakukan
untuk mempertahankan kualitas dan ciri khas yang membedakan produk perusahaan
dengan yang lain.
c. Sistem
remunerasi yang seimbang dan adil
Pembagian keuntungan dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan pada saat
seleksi. Namun, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan memberikan bonus pada
karyawan yang memiliki produktivitas yang tinggi dan sungguh-sungguh dalam
bekerja
4.
Strategi penetapan harga
Kemampuan untuk menentukan harga jual yang tepat akan sangat
menentukan nasib penjualan produk di pasaran. Beberapa hal penting yang
diperhatikan oleh perusahaan dalam menetapkan harga jual di pasaran sebagai
bagian dari manajemen harga diantaranya adalah
a. Strategi
pemasaran
Perusahaan mempertimbangkan harga jual dengan perencanaan strategi
pemasaran yang baik karena laba perusahaan akan terpenuhi dari kemampuan dan
strategi pemasaran yang kreatif
b. Kualitas
dan inovasi produk
Faktor kualitas dan inovasi produk perusahaan menjadi salah satu
faktor penting yang mempengaruhi usaha Kami dalam menetapkan harga jual.
Sehingga perusahaan Kami akan terus mempertahankan kualitas produk yang baik
dan inovasi produk yang berkelanjutan
c.
Harga pesaing
Perusahaan juga melihat harga yang ditawarkan oleh produk keripik
pisang lain untuk mempertimbangkan penetapan harga.
Untuk menarik konsumen, perusahaan akan menggunakan sistem multiple
price, yaitu apabila konsumen membeli harga dalam jumlah banyak, maka akan
mendapatkan harga yang lebih murah dari harga standar.
5.3
Proses Produksi
Untuk memproduksi Keripik Pisang Aneka Rasa
membutuhkan proses-proses sebagai berikut:
1) Kupas
pisang dengan menggunakan pisau tajam
2) Rendam
pisang yang sudah di kupas ke dalam air bersih selama 20 menit
3) Potong
tipis daging pisang secara memanjang menggunakan pasrahan
4) Rendam
dalam baskom yang telah berisi campuran air, gula, dan perasa
5) Panaskan
sepertiga wajan dengan minyak hingga 190
7) Angkat lalu tiriskan
Selanjutnya
adalah proses pengemasan produk. Pengemasan ini dilakukan dengan memasukkan
keripik pisang ke dalam plastik dan memasukkan label di dalamnya. Setelah itu,
lipat plastik bagian atas lalu di staples.
BAB VI
PENUTUP
6.1
Kesimpulan
Keripik Pisang Aneka Rasa ini berbeda dengan jenis keripik
pisang yang ada di pasaran. Dengan menawarkan harga yang relatif sama di
pasaran namun Keripik Pisang Aneka Rasa ini memberikan varian rasa yang menarik
sehingga masyarakat mendapatkan kepuasan yang lebih. Produk ini ditujukan pada
semua lapisan masyarakat. Pendistribusian produk agar sampai tangan konsumen
dilakukan dengan secara langsung dari produsen ke konsumen serta melalui
toko-toko dan koperasi mahasiswa
6.2
Saran
Produk Keripik Pisang Aneka Rasa diproduksi dengan proses produksi
yang sederhana dan membutuhkan keterampilan oleh si produsennya. Oleh karena itu, perusahaan akan secara
kontinyu melakukan inovasi pada produk sehingga tidak membuat kejenuhan
konsumen pada produk.
